Pada hari Kamis, tanggal 3 Februari 2022 lalu, Universitas dr. Soebandi dengan seluruh jajaran pimpinan telah melakukan Workshop untuk penyusunan IKU, IKT, dan Indikator Capaian. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pembaharuan sekaligus perubahan standar capaian dari STIKES dr. Seobandi menjadi Universitas dr. Soebandi yang dirumuskan melalui IKU (Indikator Kinerja Umum) dan IKT (Indikator Kinerja Tambahan). Adapun kegiatan ini diisi oleh pemateri yang sangat mumpuni di bidangnya. Beliau adalah Dr. Ainur Rofieq, M.Kes. dari LPM Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan workshop ini dilakukan selama satu hari dan dilanjutkan dengan penyusunan IKU, IKT, dan Indikator Capaian Universitas dr. Soebandi selama tiga hari kedepan. Perubahan bentuk dari STIKES ke Universitas tentu bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang perlu dirubah dan diperbaiki, misalnya perlunya perubahan pada seluruh isi dokumen inti karena perubahan nama institusi, perubahan juga terjadi dalam sistem tata pamong, termasuk juga penentuan indikator capaian kualitas Universitas.
Dengan terbentuknya IKU, IKT, dan Indikator Capaian yang baru nantinya diharapkan akan mendukung ketercapaian visi dan misi Universitas yaitu menjadi World Class University di tahun 2045 ke depan.
Workshop ini dilaksanakan sebagai bekal penambah pengetahuan bagi para pimpinan dan jajarannya untuk memperbaiki diri seiring perubahan besar yang terjadi di Universitas. Tentu tidak hanya kegiatan ini saja yang menjadi acuan, namun kedepannya juga akan dilaksanakan kegiatan – kegiatan, seperti : Workshop, Pelatihan, Sosialisasi, atau kegiatan lainnya untuk mendukung perubahan besar ini. Semua lini atau unit terkait saling terlibat untuk membuat perubahan besar yang baik. Tidak hanya berhenti dari Workshop ini saja, kegiatan penyusunan IKU dan IKT juga dilanjut dalam diskusi terpimpin untuk menentukan indikator seperti apa nantinya yang akan menjadi standar kualitas dari Universitas dr. Soebandi kedepannya. Perubahan besar yang dilakukan perlu dukungan yang tinggi dan juga proses yang cukup panjang. Tim penyusun yang terdiri dari semua pimpinan dan jajarannya memiliki komitmen yang tinggi untuk mengawal proses perbaikan di Universitas. Hal ini dilakukan untuk mencapai kualitas mutu Universitas dr. Soebandi yang lebih unggul.
